Anak dididik dengan dimaki maka dia akan belajar memaki
Anak dididik dengan dipuji maka dia akan belajar memuji dan menghargai
Anak dididik dengan dimarahi maka dia akan belajar menghina dan memarahi
Anak dididik dengan contoh yang baik maka dia akan merekamnya dan sebaliknya
Spikologi diatas tidak hanya berlaku untuk anak-anak belaka, tetapi itu juga berlaku untuk siapapun yang bernama manusia berakal, dalam bahasa populernya di sebut sebagai hukum karma, atau lingkaran syaithan, seperti yang terjadi pada sebuah sistem pemerintahan indonesia yang di jajah oleh kolonial belanda, maka sosok pemimpin indonesia pada saat sekarang tak jauh berbeda bermental hasil didikan belanda yang mementingkan diri sendiri, keluarganya atau golongan, tak berfikir nasib rakyat kecil atau berjiwa pahlawan.
Demikian pula ketika anda menjadi seorang pimpinan atau pemilik perusahaan, jika anda menekan dan meminta anak buah anda terlalu banyak diluar porsi yang semestinya, maka anda akan mendapatkan anak buah anda menuntut lebih dari yang biasanya, kalaupun itu belum terjadi mungkin suatu saat anda akan ditinggalkan oleh mereka karna ketidak seimbangan antara gaji yang mereka dapat dengan pekerjaan yang mereka kerjakan. Yakinlah bahwa profesionalisme atau siapapun yang menjadi bawahan anda mereka adalah manusia seperti anda, seorang hamba sahaya yang lemah dan miskin sekalipun memiliki hati dan perasaan yang tak jauh berbeda dengan pejabat kaya raya, bergelimang harta benda, maka Maha Adillah Allah yang memandang manusia dari hatinya bukan performa luarnya pakaian tongrongan, atau kedudukan yang tinggi.
Benar bahwasanya profesionalisme mengajarkan, karyawan anda adalah aset anda, yang akan menjadikan anda kaya dan berhasil atau sebaliknya, itu tergantung anda memanagenya. Keuntungan sesaat yang anda dapatkan dari menpecundangi aset anda akan menjadi kerugian yang berlanjut, dan sebaliknya pengorbanan anda sesaat yang anda curahkan kepada aset anda akan membuahkan keuntungan yang berlimpah di kemudian hari, tak ada yang sia-sia apabila didasari dengan keikhlasan & segalanya menjadi fatamurgana ketika keihlasan itu pergi dari sebuah pengorbanan atau amal. wallahua'lam bisshowab (endyen)

No comments:
Post a Comment